Search

Awas Kecokot Aedes Aegypti! Ayo Nda Resik-resik Waspada DBD, Galakkan PSN 3M Plus

➤ Informasi Pengunjung : 69
Awas Kecokot Aedes Aegypti! Ayo Nda Resik-resik Waspada DBD, Galakkan PSN 3M Plus

Kegiatan pemantauan keberadaan jentik nyamuk yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kediri pada medio Januari 2020. Foto : Dinas Kesehatan Kota Kediri

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak tampaknya menjadi langkah andalan paling mujarab dalam mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya kasus serangan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti.

Demikian dilontarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugiyanto saat ditemui di ruangnya membahas perkembangan terkini monitoring dan evaluasi menekan pergerakan DBD di Kota Kediri, Rabu (15/1/2020).

Langkah strategis mendukung upaya pencegahan virus DBD adalah mencermati dengan baik kebersihan serta kerapian lingkungan hunian secara berkala untuk meminimalisir tempat perkembangbiakan nyamuk.

Seperti diketahui bersama, program PSN mengutamakan pentingnya gerakan mandiri 3 M Plus yakni Pertama, Menguras atau membersihkan secara rutin tempat penampungan air bersih.

Kedua, Menutup rapat berbagai tempat penampungan air dan Ketiga, Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk seperti kaleng bekas dan sebagainya, sebab nyamuk betina dipastikan memanfaatkan air tergenang sebagai tempat bertelur.

Teknis 3 M Plus merupakan berbagai bentuk pencegahan dapat dilakukan dengan cara seperti menggunakan bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan, penggunaan obat anti nyamuk, kelambu ketika tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk, pengaturan cahaya serta ventilasi rumah, tidak menggantung pakaian dalam rumah yang seringkali dijadikan tempat istirahat nyamuk dan sebagainya.

Faktanya selama ini PSN dengan 3 M Plus memang lebih efektif memberantas nyamuk termasuk jentik-jentiknya dari pada fogging alias pengasapan sarang nyamuk.

Alfan pada pokoknya menerangkan, dalam kondisi tertentu sesuai prosedur pelaksanaan fogging, selama ini dilakukan pada radius kekuatan terbang nyamuk antara 100-200 meter dari titik lokasi kasus.

Sebelum fogging wajib dilakukan PSN terlebih dahulu, apabila PSNnya jelek sangat tidak disarankan melakukan fogging, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memberikan efek signifikan terhadap jentik nyamuk.

“Nyamuk dewasanya hari ini mati kena fogging tapi esoknya jentiknya menjadi nyamuk dewasa. Kalau angka bebas jentiknya bagus baru dilanjutkan fogging,” urai Alfan.

Mengenai kondisi Kota Kediri terkini Alfan mengungkapkan, jika dibandingkan antar tahun di bulan yang sama trend selama lima tahun terakhir, Januari ini seharusnya terjadi kenaikan kasus, namun sampai sekarang nyatanya tidak naik atau bisa disebut menurun.

Kendati demikian, sekarang ini pihaknya sangat mewaspadai pergerakan jumlah kasus tersebut, harus ada antisipasi jaga-jaga, sebab musim hujan kemarin bergeser mundur.

Berkaca pengalaman tahun sebelumnya, periode November Desember permulaan hujan turun sehingga Januari banyak laporan kasus yang masuk, kencang sekali sampai menyentuh sekitar 50 kasus, namun sekarang (Januari 2020) masih 2 laporan.

Menurut Alfan, banyak faktor yang mempengaruhi hasil perkembangan tersebut, bisa dari faktor mundurnya musim penghujan bisa juga dari kegiatan PSN serentak di tiga kecamatan di Kota Kediri beberapa waktu lalu, pada dasarnya 1 kasus DBD setiap bulannya pasti ada di Kota Kediri namun fasenya cukup rendah dan terkendali, dimana setiap informasi ditemukannya kasus ditindak lanjuti dengan Penyelidikan Epidemologi. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment