Search

Fakta Dibalik Pembatalan Aksi Massa Soal LMDH Wonoasri Desa Besowo ke Perhutani Kediri

➤ Informasi Pengunjung : 323
Fakta Dibalik Pembatalan Aksi Massa Soal LMDH Wonoasri Desa Besowo ke Perhutani Kediri

Ketua Umum GR-MKLB Rahmat Mahmudi (paling kanan) saat menemui warga anggota LMDH Wonoasri Desa Besowo di rumah pergerakan GR-MKLB, Senin (23/12/2019). Foto : A Rudy Hertanto

Puluhan warga Dusun Sidodadi Desa Besowo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri mendatangi rumah pergerakan Gerakan Rakyat (GR) Menuju Kediri Lebih Baik (MKLB) di Perumahan Brantas Tengah, Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Perihal kedatangan warga yang merupakan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonoasri Desa Besowo itu untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum GR-MKLB Rahmat Mahmudi atas bantuan, dukungan pendampingan terkait permasalahan yang terjadi di tubuh LMDH tersebut sekaligus memohon maaf dan mengklarifikasi terjadinya pembatalan aksi unjuk rasa ke kantor Perhutani KPH Kediri di jalan Hasannudin Kota Kediri.

Perlu diketahui aksi massa yang sedianya dilakukan pada Jumat (20/12/2019) kemarin berisi sejumlah tuntutan diantaranya, menuntut Perhutani untuk mengusut tuntas praktek pungutan liar yang diduga dilakukan oknum-oknum LMDH Wonoasri Desa Besowo dalam pembagian lahan garapan kemitraan pemanfaatan kawasan hutan.

Menuntut Perhutani untuk menata ulang pembagian lahan garapan kepada petani secara adil dan tanpa pungutan liar serta pembubaran LMDH lama dan membentuk LMDH baru.

Suwarjo (60) anggota LMDH Wonoasri Desa Besowo mengungkapkan, pembatalan aksi massa Jumat kemarin murni keinginan dari warga Desa Besowo tanpa intervensi alias campur tangan dari pihak mana pun. “Ini adalah murni kehendak warga kami sendiri,” tegas Suwarjo.

Langkah pembatalan aksi diambil setelah tercapainya kesepakatan penyelesaian permasalahan tuntutan warga Dusun Sidodadi Desa Besowo terhadap LMDH Wonoasri di laksanakan tingkat Desa dikoordinasikan dengan unsur tiga pilar pemerintahan desa (kepala desa, bhabimkantibmas, babinsa).

“Kita bisa membatalkan masalah orasi massa ke kantor Perhutani namun tuntutan kita harus tercapai, lha tuntutan kami adalah memberhentikan pengurus yang lama ini semua dokumen harus diambil oleh pihak desa dan disaksikan oleh Muspika (Musyawarah pimpinan kecamatan),” beber Suwarjo.

Pasca pembatalan aksi, kepengurusan LMDH Wonoasri Desa Besowo dikabarkan telah dibekukan. “Namun kebetulan waktu itu, langsung pak kepala desa ada bhabinkantibmas (Polri) dan juga babinsa (Koramil) itu yang mendatangi ketua lembaganya (LMDH) itu langsung diambil semuanya dan diserahkan ke desa, kebetulan dokumen tersebut sekarang sudah diamankan di Polsek Kepung,” kata Suwarjo.

Lebih lanjut Suwarjo mengatakan, saat ini warga tengah bersiap untuk membentuk kepengurusan LMDH Wonoasri Desa Besowo yang baru, “Ini masih merintis kita sebagai warga, anggota dan calon pengurus ini masih cari-cari untuk pencalonan tersebut, mungkin ini dalam waktu dekat mungkin dalam minggu ini harus bisa terbentuk, karena sementara ini kita masih memilih kandidat mana yang cocok dijadikan pengurus tersebut,” pungkasnya. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment