Search

Malam Mencekam Pasca Laga Persik Kediri Vs PSIM Yogyakarta

➤ Informasi Pengunjung : 86
Malam Mencekam Pasca Laga Persik Kediri Vs PSIM Yogyakarta

Kerusuhan suporter terjadi pada pertandingan Liga 2 Indonesia Grup Timur antara Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta di Stadion Brawijaya, berakhir skor 2-0 untuk kemenangan Persik, Senin (2/9/2019). (Foto : A Rudy Hertanto)

Kerusuhan itu bermula usai pertandingan sekira pukul 17:20 WIB tak diketahui apa sebabnya dan siapa yang memulai lebih dulu namun kuat diduga karena tak puas menerima hasil pertandingan, di dalam stadion di tribun barat tempat suporter PSIM Yogyakarta berjuluk Brajamusti terjadi aksi lempar botol mineral dan batu ke tempat suporter Persik Mania di tribun utara.

Persik Mania berusaha membalas tapi mengetahui itu Ketua Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri, Widodo melalui pengeras suara mencoba meredam dengan mengintruksikan agar Persik Mania tak membalas aksi dan mengarahkan agar suporter Persik menjauh bergeser ke sisi timur.

Saat Persik Mania bergerak teratur bergeser ke timur, Widodo juga meminta suporter Brajamusti menghentikan aksi pelemparan, aparat kepolisian kemudian mengamankan area, situasi di dalam stadion berhasil diredam, puluhan suporter dikabarkan terluka dilarikan ke rumah sakit.

Namun tak berselang lama, di sisi utara luar stadion terdengar keributan diringi suara ledakan petasan dan lemparan batu, diketahui titik lokasinya yaitu di Tirtayasa Park.

Bentrok pun tak terhindarkan terjadi antara suporter PSIM Yogyakarta yang berada di dalam Tirtayasa Park dengan Persik Mania di depan area tersebut di jalan A. Yani.

Data dihimpun menyebutkan, kuota tiket suporter PSIM Yogyakarta awalnya berjumlah 500, karena ada permintaan tambahan kouta menjadi 1000 dan komunikasi yang baik di kedua suporter PSIM yakni Brajamusti dan Maident, panpel pun memberikannya, akan tetapi jumlah suporter yang datang lebih dari 1000.

Ketegangan di jalan ke A. Yani itu membuat akses lalu lintas ditutup, pengamanan berjalan ketat, petugas kepolisian melokalisir suporter PSIM di dalam Tirtayasa Park sementara massa suporter Persik menunggu di depan pagar Tirtayasa Park.

Sekira pukul 19:49 WIB kepolisian mengevakusi sejumlah anak-anak pengunjung Tirtayasa Park keluar dari taman wisata dan pemandian tersebut.

Meredakan ketegangan, Kapolres Kediri Kota AKBP. Anthon Haryadi bersama Manager Persik Kediri, Benny Kurniawan menemui massa bernegosiasi agar membubarkan diri dan pulang ke rumah masing – masing.

Negosiasi berjalan alot, massa menuntut permohonan maaf suporter PSIM atas kejadian ini, sejumlah massa yang bertahan di depan pagar bermaksud mengambil kendaraannya yang di parkir di dalam Tirtayasa Park.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Dandim 0809 Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno juga mendatangi lokasi kejadian. Hingga menjelang dini hari, setelah melalui pembicaraan cukup panjang antara massa dan petugas keamanan, suasana tegang berangsur-angsur mereda, massa pun membubarkan diri.

Aparat kemudian membawa suporter PSIM di Tirtayasa Park ke Mako Brimob Kediri di jalan Veteran Kota Kediri.

Selasa (3/9/2019), Kapolres Kediri Kota AKBP. Anthon Haryadi mengungkapkan, atas kerusuhan ini pihaknya telah mengamankan sebanyak 53 orang suporter PSIM Yogyakarta, saat ini masih dalam tahap penyelidikan, masih akan didalami lagi keterlibatan masing-masing.

“Mereka rusuh pada saat setelah selesainya pertandingan sepak bola dengan akhir skor 2-0 untuk Persik Kediri, keributan terjadi di luar stadion tepatnya di parkiran Tirtayasa Park,” kata Anthon.

Sempat terjadi lempar melempar batu, terjadi pengrusakan fasilitas umum maupun kendaraan roda 2 dan 4 di lokasi tersebut dan menemukan barang – barang di kendaraan yang bersangkutan maupun yang telah di buang, barang tersebut adalah tongkat bisbol, bom molotov, samurai, parang dan petasan.

Kejadiannya sekitar jam 17:00 berlangsung sekitar 1,5 jam hingga pukul 19:00 situasi bisa dikendalikan, suporter PSIM bisa di lokalisir di Tirtayasa Park.

Kurang lebih ada 1450 orang suporter PSIM yang datang ke Kediri dengan menggunakan bus, kendaraan pribadi roda 2 dan 4 juga kereta api.

Suporter PSIM itu sudah ada yang di pulangkan pagi tadi dan sisanya sebanyak 53 orang akan didalami untuk kepemilikan barang – barang yang berhasil diamankan.

Pemicunya hasil skor, ada yang tidak puas, akhirnya terjadi saling lempar, entah siapa yang memulai lebih dulu, faktanya sebagian suporter PSIM sudah ada di Tirtayasa Park, faktanya di Tirtayasa terjadi pengrusakan fasilitas taman hiburan tersebut.

Fakta yang ditemukan 6 cctv hilang atau rusak, 2 mesin kasir rusak, uang di laci kasir 1 juta hilang, tembok selatan jebol, 2 unit cpu monitor scan rusak, 20 rambu – rambu rusak, pagar kolam renang rusak, 3 lampion taman, warung milik Anik di sebelah tribun utara terbakar akibat lemparan bom molotov, kaca kantor Koperasi Primer Poros Kediri kota pecah.

Kendaraan roda 4 rusak ada 5 unit diantaranya 1 unit L300 yang parkir dekat tribun B, 3 unit mobil di SMK Brawijaya rusak dan terbalik serta 1 unit Forza rusak pintu belakang dan di Tirtayasa Park roda 2 yang parkir rusak ringan maupun berat sebanyak 231 unit.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pendalaman via cctv yang ada di lokasi namun karena jaraknya jauh dan hilang polisi kesulitan mendalami melalui cctv.

Korban luka ada 26 orang, suporter PSIM 14 orang, 4 di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara 10 di RS Gambiran. Suporter Persik 9 orang, 8 di Bhayangkara 1 di Gambiran. Aparat 3 orang terluka ringan akibat lemparan batu. Kerugian masih belum bisa di taksir namun di kisaran ratusan juta rupiah.

Batu saat kerusuhan di ambil di lokasi dari paving yang di congkel ada juga kursi batu yang di pecah, polisi juga mengamankan 10 karburator termasuk helm. Hingga berita ini ditayangkan kepolisian masih melakukan proses hukum lebih lanjut. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment