Search

Jangan Kasih Kendor Aedes Aegypti Walau Kasus Demam Berdarah Dengue Menurun

➤ Informasi Pengunjung : 190
Jangan Kasih Kendor Aedes Aegypti Walau Kasus Demam Berdarah Dengue Menurun

Informasi Infeksi Virus Dengue Kabupaten Kediri sampai dengan 3 Mei 2019. (Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri)

Memasuki awal bulan Mei ini, Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pada awal tahun sempat menjadi masalah serius di wilayah Kabupaten Kediri, dikabarkan telah mengalami penurunan secara signifikan.

Berdasarkan data yang di release Dinas Kesehatan (Dinkes), Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kabupaten Kediri, penurunan ini tak lepas dari terbitnya intruksi Bupati Kediri tentang pencanangan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak yang berkualitas dan rutin.

Sehingga angka kematian korban atas serangan virus DBD bisa ditekan dan kasus DBD semakin berkurang. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Kabupaten Kediri Nur Munawaroh menyampaikan pada Januari kasus DBD menunjukkan jumlah 615 kasus dengan angka kematian sebanyak 13 orang, Sabtu (3/5/2019).

Februari 398 kasus dengan angka kematian 7 orang, Maret ada 237 kasus DBD dengan angka kematian 4 orang dan April tercatat ada 38 kasus dengan angka kematian 1 orang. Pergerakan perkembangan situasi ini terus dipantau.

Himbauan kepada masyarakat juga terus disampaikan agar menggalakkan gerakan 1 rumah 1 jumantik (juru pemantau jentik) dan PSN 1 minggu sekali membuahkan hasil yang positif. Dan dengan kesadaran warga juga di harapkan bisa bekerjasama menanggulangi DBD di lingkungannya masing-masing.

Seperti diketahui, virus dengue dibawa nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah, dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, ada baiknya tetap memperhatikan dan menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan hunian.

Satu diantaranya adalah melalui gerakan 3M Plus yakni Menguras atau membersihkan secara rutin tempat penampungan air bersih, Menutup rapat berbagai tempat penampungan air dan Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk seperti kaleng bekas dan sebagainya, sebab nyamuk betina dipastikan memanfaatkan air tergenang sebagai tempat bertelur. (Pratikto Rendra Putranto) (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment