Search

Pencanangan Cagar Budaya Jembatan Lama dan Peresmian Jembatan Brawijaya Kota Kediri

➤ Informasi Pengunjung : 142
Pencanangan Cagar Budaya Jembatan Lama dan Peresmian Jembatan Brawijaya Kota Kediri

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menandatangani prasasti Pencanangan Cagar Budaya Jembatan Lama dan Peresmian Jembatan Brawijaya Kota Kediri, Senin (18/3/2019) pagi. (Foto : A Rudy Hertanto)

Tepat di usianya ke 150 Tahun, Jembatan Lama Kediri (Brug Over den Brantas te Kediri) yang berlokasi persis di selatan Jembatan Brawijaya dan bersanding dengan keberadaan Taman Brantas Kota Kediri ditetapkan sebagai struktur cagar budaya peringkat kota.

Penetapan itu disampaikan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (akrab disapa Mas Abu) berbarengan dengan peresmian Jembatan Brawijaya Kota Kediri, Senin (18/3/2019). Menariknya tanggal peresmian ini serupa dengan tanggal dibukanya Jembatan Lama untuk akses umum pada 18 Maret 1869 silam.

Acara peresmian Jembatan Brawijaya dan penetapan Jembatan Lama sebagai cagar budaya peringkat kota dihadiri sejumlah perwakilan pejabat pemerintah pusat, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Kediri, para seniman dan budayawan.

Pertunjukkan tari kolosal di sepanjang Jembatan Lama, pelepasan 150 ekor burung merpati putih, dan penandatanganan prasasti mewarnai berlangsungnya acara yang dilaksanakan di Taman Brantas.

Seperti dikatakan Mas Abu, Jembatan Brawijaya memang sempat mandek pengerjaannya selama beberapa tahun karena terkendala kasus hukum hingga akhirnya setelah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dapat terselesaikan pembangunannya.

Penyelesaian pengerjaan bisa dipercepat dan pada 24 Desember 2018 kemarin, untuk pertama kalinya Jembatan Brawijaya sudah bisa dilalui pengguna jalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Data dihimpun menyebutkan, pembangunan Jembatan Brawijaya dimaksudkan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, pembangunan bermula pada tahun 2009 lalu direncanakan dan didesain oleh Konsultan Perencana PT. Geoplano Konsultan dengan panjang 183,10 meter dan lebar 16 meter.

Pembangunan dengan kontruksi beton pada tanggal 8 Desember 2010, pelaksanaannya dimulai dan dikerjakan oleh PT. Fajar Parahiyangan Bandung sebagai pemenang lelang dengan Kontrak Tahun Jamak.

Terjadi putus kontrak dan pembangunan dihentikan pada tahun 2013, biaya pembangunan Jembatan Brawijaya sampai dengan tahun 2013 sebesar Rp. 47.231.600.440,- (Empat puluh tujuh milyar dua ratus tiga puluh satu juta enam ratus ribu empat ratus empat puluh rupiah).

Tahun 2018 pembangunan Jembatan Brawijaya dilanjutkan kembali oleh PT. Fajar Parahiyangan Bandung dengan nilai kontrak Rp. 14.098.560.310,- (Empat belas milyar sembilan puluh delapan juta lima ratus enam puluh ribu tiga ratus sepuluh rupiah) dan pada tanggal 26 Desember 2018 pembangunan jembatan selesai dikerjakan.

Pertunjukan tari kolosal mewarnai berlangsungnya pencanangan Jembatan Lama sebagai cagar budaya, Senin (18/3/2019). (Foto : A Rudy Hertanto)

Sedangkan kronologi Pembangunan “Brug Over Den Brantas te Kediri” (Jembatan Lama), 16 Mei 1854 : Pemutusan Gubernemen Hindia Belanda: Jembatan berbahan batu akan dibangun berdasarkan desain seorang Kapten Zeni. Awal pekerjaan direncanakan mulai 1855, harga dinilai f (gulden) 128,891,00.

Tahun 1855 : Pekerjaan dimulai diajukan keberatan terhadap rencana pembangunan oleh insinyur kepala dari Waterstaatsafdeeling Soerabaia (Dinas Pekerjaan Umum Unit S Soerabaia), karena tiang batu yang besar diduga mengakibatkan aliran sungai, terhambat, alasa tidak berlandasan.

September 1859: Fondasi penopang jembatan bagian barat selesai dibangun. Juli 1861: Pasangan paku bumi di tengah sungai macet, karena dialami kesulitan teknis. Anggaran dilampaui sudah f 73.000,00 , pekerjaan dihentikan.

1 Mei 1862: Disain alternatif oleh Insinyur Sytze Westerbaan Muurling : Jembatan berbahan besi dengan penganggaran f 230,825,00. 27 April 1863: Pemborongan pekerjaan dilakukan umum di Batavia, gagal.

30 Desember 1863: Pemborongan pekerjaan dilakukan di bawah tangan, gagal. 31 Juli 1865: Pemborongan pekerjaan ke-3 berhasil, dengan harga f 212.000,00. Bahan pembangunan senilai f 13,152,27 dibayar oleh gubernemen.

18 September 1865: Pekerjaan jembatan besi dimulai, direncanakan selesai dalam waktu 2 tahun. 18 september 1867: Batas waktu dilewati, proyek mengalami keterlambatan akibat masalah teknis. 11 Maret 1869: Pekerjaan selesai, jembatan lulus uji coba. 18 Maret 1869: Jembatan dibuka untuk umum.

Sumber data: J. van Velzen: ”De ijzeren brug over de Kediri-rivier, ter hoofdplaats van de Residentie Kediri” (dalam majalah: “Tijdschrift van het Koninklijk Instituut van Ingenieurs. Afdeeling Nederlandsch-Indië”, 1877, hal. 65-72).

Terhitung 18 Maret 2019, Jembatan Lama Kediri (Brug Over den Brantas te Kediri) adalah bangunan cagar budaya merupakan jembatan dengan kontruksi besi pertama di Jawa yang diresmikan pada 16 Maret 1869 oleh Pemerintah Kolonial Belanda Karya Insinyur Sytze Westerbaan Muurling.

Imam Mubarok (akrab disapa Gus Barok) budayawan Kediri beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan bahwa Jembatan Lama dan Jembatan Brawijaya, keduanya adalah Brug Ever Den Brantas te Kediri. Jembatan yang melintas di atas Sungai Brantas Kediri, dalam istilah Belanda jembatan ini adalah jembatan yang sekaligus Groote Postweg (jalan raya). (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment