Search

Forum Pembauran Kebangsaan, Gerakan Memperkuat NKRI

Forum Pembauran Kebangsaan, Gerakan Memperkuat NKRI

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Bagi Suku / Etnis di wilayah Kabupaten Kediri, Kamis (6/12/2018). (Foto : Pratikto Rendra Putranto)

Bertempat di kantor Kecamatan Pare acara ini dihadiri tokoh masyarakat dan keagamaan serta perwakilan masyarakat dari berbagai daerah yang selama ini tinggal atau menetap di Kabupaten Kediri seperti masyarakat Madura, Komunitas NTT (Nusa Tenggara Timur) NTB (Nusa Tenggara Barat) dan perwakilan Maluku serta Papua.

Dalam materi sosialisasi tersebut, Drs. H. Mujahid, MM. Kepala Bakesbangpol Pemkab Kediri mengungkapkan, pluralitas dan multikulturalitas sudah melazimi kehidupan masyarakat semenjak dulu kala. Hanya saja di tengah kehidupan yang semakin cepat berubah ini, ternyata masih ada yang menganggap etnisitas, ras dan golongan merupakan masalah.

Munculnya persoalan itu bukan semata-mata disebabkan oleh relasi etnisitas namun juga lebih di sebabkan oleh aspek kepentingan sosial, politik, ekonomi dan juga budaya.

Pembauran kebangsaan masih perlu diperjuangkan dengan sungguh – sungguh karena hingga saat ini bangsa Indonesia masih dihadapi dengan konflik antar ras, etnik, suku bangsa, bahasa, kebudayaan, daerah asal secara geografis dan agama. Konflik yang terjadi tersebut karena perasaan ego yang berlebihan dan semakin memudarnya rasa toleransi.

Pancasila merupakan dasar konsepsi penjabaran wawasan kebangsaan yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu dijadikan petunjuk arah bagi upaya pembauran kebangsaan dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan selain sebagai petunjuk dan arah digunakan juga sebagai pedoman dan media pikir dalam mengelola pembauran kebangsaan. Perlu ada gerakan kebangsaan melalui FPK untuk memperkuat wawasan kebangsaan.

Melalui pelaksanaan kegiatan integritas anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis masing-masing dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Anik Wuryani Camat Pare Kabupaten Kediri menuturkan, bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk menyatukan keragaman budaya dan agama supaya bisa bersatu dalam pola pikir yang sama yang bertujuan untuk membangun Negara dan menjaga kerukunan sesama, saling menghargai dengan adanya perbedaan.

Ikbal Sermaf, pemuda Maluku seusai mengikuti acara mengungkapkan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa berlangsung terus menerus dan bisa menjadi motivasi generasi berikutnya, karena sangat penting untuk menjaga kerukunan, keragaman dan kebangsaan. Agar antara umat dan kebangsaan bisa saling mengerti karakteristik dan secara kulturasinya masing-masing daerah untuk menghindari kesalahpahaman. (Pratikto Rendra Putranto)

INDEX

Leave a Comment