Search

Petugas Intensif Periksa Kelayakan Hewan Qurban

➤ Informasi Pengunjung : 348
Petugas Intensif Periksa Kelayakan Hewan Qurban

Mendekati Hari Raya Idul Adha 2018, tim petugas pemeriksa kesehatan hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri terus bergerak memantau sejumlah tempat penjualan hewan Qurban yang ada di tiga kecamatan di Kota Kediri, Kamis (16/8/2018) pagi. (Foto: A Rudy Hertanto)

Langkah ini bertujuan untuk memeriksa berbagai persyaratan kelayakan hewan ternak untuk Qurban yang dijual diantaranya kerbau, sapi, domba dan kambing, sehingga aman konsumsi. Dilokasi petugas melakukan pemeriksaan antemortem yakni pemeriksaan luar kondisi kesehatan fisik, pengecekan mata, hidung, gigi, telinga dan usia termasuk kebersihan serta perawatan selama berada tempat penjualan.

Drh. Pujiono, Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Kota Kediri saat ditemui disela jalannya pemeriksaan di wilayah Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mengatakan, pada kesempatan ini sekitar tujuh titik yang kita kunjungi di beberapa lokasi tempat penjualan maupun pedagang hewan Qurban.

Menurut keterangan Pujiono, sejauh ini dari yang sudah diperiksa, hampir semua memenuhi syarat, tapi tadi ada satu ekor yang ditemukan belum poel dan dari usia tidak masuk kategori hewan Qurban.

Hasil lainnya yakni tidak ditemukan adanya penyakit berbahaya atau menular pada hewan. Tempat penjualan yang sudah diperiksa oleh petugas diberikan penanda “Hewan-hewan ini sudah diperiksa dan layak untuk dijual sebagai hewan Qurban”.

Lebih lanjut, Pujiono juga memaparkan, pemeriksaan ini akan terus berjalan sampai hari raya, setelah dipotong akan diperiksa kembali (pemeriksaan dalam atau disebut postmortem), hal ini untuk mengantisipasi adanya penyakit pada hewan Qurban.

Sementara itu, jika dibandingkan tahun kemarin, jumlah pedagang hewan Qurban yang ada, terutama yang berlokasi di pinggir jalan sekarang mengalami penurunan, kondisi ini diperkirakan disebabkan karena adanya proses pembelian secara online, ungkap Pujiono. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment