Search

Mas Dhito Follow Up Puluhan Warga TPA Sekoto Belum Terima Bantuan

Mas Dhito Follow Up Puluhan Warga TPA Sekoto Belum Terima Bantuan

Mas Dhito bersantap siang dengan warga penggelola sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sekoto di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Sabtu (31/10/2020). Foto-foto : A Rudy Hertanto

Dalam kunjungannya saat hujan sempat mengguyur kawasan TPA, Hanindhito Himawan Pramono (akrab disapa Mas Dhito) Calon Bupati (Cabup) Kediri tahun 2020, disambati warga penggelola sampah TPA Sekoto yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Teman-teman dari pengelola sampah yang ada di TPA Sekoto ini belum mendapatkan bantuan baik itu PKH, Raskin, Kartu Indonesia Sehat, BPJS ada beberapa yang belum lah,” ungkap Mas Dhito.

“Saya minta datanya itu total ada 21, dari total penggelola sampah yang disini ada sekitar 40 an, artinya setengahnya sendiri belum mendapatkan bantuan yang seharusnya mereka mendapatkan bantuan,” sambungnya.

Lebih lanjut Mas Dhito mengatakan, data penggelola sampah TPA Sekoto yang belum menerima bantuan tersebut akan di diskusikan dengan pihak terkait baik itu dinas maupun kementerian, bagaimana untuk diberikan bantuan.

Warga TPA Sekoto juga meminta ke Mas Dhito tempat untuk ngiyup alias berteduh, “Karena tempatnya begitu luas, mereka harus memisahkan-misahkan, memilah-milahkan sampah antara sampah plastik, kaleng dan sebagainya,” ujar Mas Dhito.

Menurut Mas Dhito, pemilahan sampah antara organik dan anorganik seharusnya sudah bisa dimulai dari tempat-tempat pembuangan sampah (TPS), agar tak terlalu membebani penggelola sampah di TPA.

“Karena kan Sekoto ini cakupan wilayahnya sangat luas, artinya mereka membutuhkan waktu, membutuhkan tenaga yang cukup banyak, nah jadi dari desa-desanya harusnya sudah mulai menyiapkan bank-bank sampah, tempat-tempat sampah yang mana bisa memilih antara sampah organik dan sampah anorganik,” urainya.

“Jadi mungkin nanti kita akan siapkan tempat-tempat wadah-wadah sampah yang kita bedakan warnanya, warna itu menunjukkan sampahnya itu, apakah sampah plastik, apakah sampah kaleng dan sebagainya,” lanjutnya, hal ini mempermudah sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Mas Dhito menambahkan, kalau sampah bisa digunakan untuk pupuk maka itu akan digunakan, ini artinya harus sudah mulai dipahami dari tingkat desa maupun tingkat dusun. (A Rudy Hertanto)


 

 

 

 

 

INDEX

Leave a Comment