Search

Mas Dhito Cabup Kediri 2020 Silaturahmi dan Mohon Doa Restu ke Ponpes Lirboyo

Mas Dhito Cabup Kediri 2020 Silaturahmi dan Mohon Doa Restu ke Ponpes Lirboyo

Calon Bupati (Cabup) Kediri tahun 2020, Hanindhito Himawan Pramana (akrab disapa Mas Dhito) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo di wilayah Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Minggu (29/11/2020) malam. Foto : Istimewa

Mas Dhito mengatakan, “Sowan ke Lirboyo itu yang pertama silaturahmi pasti, karena apapun itu Lirboyo menjadi salah satu pondok tertua yang ada di Kediri, Lirboyo itu kalau saya tidak salah berdiri tahun 1910 jadi artinya sudah 110 tahun.”

“Selain silaturahmi saya pun juga meminta doa dan restu dari para masyayih dan gawagis yang ada di Lirboyo, karena alumni dan pengaruh Lirboyo ini sampai ke tingkat kabupaten,” tuturnya.

“Saya bisa ketemu dengan Kiai Kafabi lalu dengan Mbah Kiai Anwar Manshur lalu bertemu dengan para gawagis Lirboyo, jadi sebenernya lebih kepada silaturahmi dan memohon doa dan restu dari beliau-beliaunya,” sambung Mas Dhito.

Mengenai pertemuan tersebut Mas Dhito menjelaskan, “Alhamdulillah responnya positif, kemarin ada beberapa yang menyampaikan terkait pandangan ke depannya untuk Kabupaten Kediri, terutama dampak nantinya setelah akan ada bandara.”

“Maka selalu saya sampaikan kepada tokoh agama, alim ulama para habaib para kiai para gawagis bahwa yang nantinya bisa membentengi Kabupaten Kediri dari dampak sosial dengan adanya bandara ini ya beliau-beliau ini, maka kemarin kita bertukar pikiran berdiskusi bagaimana Kediri ke depannya,” urai Mas Dhito.

KH. An’im Falachuddin Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri mengungkapkan, kesan pertama yang didapatkan dari Mas Dhito adalah sosok anak muda yang ramah mudah bergaul tidak terlalu birokratif.

“Harapan kita nanti kalau menjabat juga begitu ya tidak terlalu membatasi diri dia fleksibel orangnya supel, itu yang kita harapkan,” kata KH. An’im yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI FPKB KOMISI VIII.

“Harapan kita dari Mas Dhito dan Mbak Dewi ini anak muda yang ditunggu oleh masyarakat Kediri, dimana di Kediri ini akan ada bandara akan ada jalan tol yang meliputi dari Nganjuk sampai Kediri kemudian disusul ke Tulungagung,” lanjutnya.

“Dengan adanya bandara adanya jalan tol ini Mas Dhito yang muda yang kreatif pastinya bisa lebih memajukan Kediri lagi bisa mengundang investor,” ujar KH. An’im.

Seperti disampaikan KH. An’im, di Kediri banyak pondok pesantren, banyak pondok besar, apa yang akan dilakukan supaya Kediri lebih makmur dan lebih sejahtera, Mas Dhito bisa merangkul kalangan pondok pesantren.

KH. An’im menyebutkan, “Kalau masalah benteng sosial atau benteng akhlak, pondok pesantren memang sudah berkomitmen sejak dulu, baik sebelum ada bandara ataupun setelah adanya bandara, otomatis pondok pesantren akan lebih kreatif lagi, lebih agresif lagi di dalam mendidik anak-anak santrinya, mendidik anak-anak masyarakat yang ada di Kediri agar sisi kemajuan yang ada di Kediri tetep tidak melupakan akhlak dan perilaku-perilaku yang tetep santun.”

Mengenai program Mas Dhito yakni pesantren preneurship dan bisyaroh, KH. An’im menuturkan, “Itu sangat bagus sekali, memang selama ini pesantren seperti ketinggalan kereta di dalam masalah entrepreneur untuk wirausaha.”

“Kemudian lagi insentif guru atau bisyaroh untuk guru-guru madin, memang selama ini perhatian pemerintah masih sangat kurang sekali padahal di preambule (pembukaan) Undang-Undang Dasar 45, membangun manusia seutuhnya itu adalah termasuk disitu adalah membangun akhlakul karimah,” terangnya.

Menurut KH. An’im, guru-guru diniyah ini lah yang mengambil peran membangun manusia seutuhnya yaitu di dalam bidang akhlak atau jiwa, ini penting sekali tapi selama ini masih diabaikan oleh pemerintah, peran pembangunan akhlak, peran pembangunan jiwa.

“Nah ini yang saya harap dari pemerintah tidak menganggap bahwa pendidikan agama ini penghambat pembangunan, tidak. Tapi justru akan semakin menguatkan bagaimana Kediri ini maju tapi tetep dengan akhlakul karimah,” jelasnya.

KH. An’im menambahkan, “Saya kira itu kreatifitas yang cerdas dari Mas Dhito untuk insentif guru-guru diniyah dan apalagi sekarang Undang-Undang Pesantren sudah di sahkan tinggal nanti menunggu perdanya seperti apa yang berpihak kepada pesantren.”

KH. An’im berharap program-program Mas Dhito untuk pondok pesantren di Kediri bisa betul-betul terwujud.

“Walaupun sebetulnya di pesantren ini ukuran sukses seseorang dan tidaknya, tidak di ukur dari materi tapi saya kira seandainya seorang santri yang memang di didik murni tentang agama dan jarang sekali santri yang di didik tentang ketrampilan,” urainya.

“Saya kira dengan adanya pendidikan keterampilan pesantren ini, saya harapkan nanti santri ketika sudah berjuang di rumah punya keterampilan yang diperoleh dipesantren akan bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” imbuh KH. An’im.

Beberapa program Mas Dhito untuk ponpes di Kabupaten Kediri, apabila nantinya berhasil menjabat sebagai Bupati Kediri.

Diantaranya, insentif (Bisyaroh) untuk guru ngaji dan guru madin, pesantren preunership serta bantuan hibah operasional ponpes.

Perlu diketahui Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Kediri rencananya akan digelar pada Rabu (9/12/2020). (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment