Search

Kota Kediri Start Suntik Vaksin AstraZeneca

Kota Kediri Start Suntik Vaksin AstraZeneca

Petugas medis menunjukkan vial berisi Vaksin AstraZeneca saat pelaksanaan Vaksinasi AstraZeneca untuk Kiai, Santri dan Pengurus NU Jawa Timur Surabaya dan Kediri di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Selasa (23/3/2021) siang. Foto : A Rudy Hertanto

Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Selasa (23/3/2021) siang.

Dalam rangka meninjau pelaksanaan Vaksinasi AstraZeneca untuk Kiai, Santri dan Pengurus NU Jawa Timur Surabaya dan Kediri dengan penerima berjumlah sekitar 200 orang.

Turut hadir pada kesempatan ini, perwakilan WHO (World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia) dan UNICEF (United Nations Children Fund).

Menkes Budi mengatakan, saat ini vaksinasi di tanah air memasuki tahap kedua hingga Juni, target sasaran sebanyak 38 juta penerima.

“AstraZeneca yang kita dapat ini gratis dibantu sama UNICEF sama WHO, sudah dapat 11,7 juta,” ujarnya.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (Mas Abu) mengucapkan terima kasih kepada Menkes, sudah memberikan perhatian khusus kepada Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Kediri.

“Pondok Pesantren itu kan tidak hanya warga Kota Kediri, sedangkan kami juga mendapatkan vaksin kan sangat terbatas sekali,” tuturnya.

Mas Abu menerangkan, beberapa kiai dan tokoh agama di Kota Kediri telah didahulukan mendapatkan vaksinasi pada tahap sebelumnya.

“Sudah kami dahulukan karena kami sadar bahwa tokoh agama, para kiai itu setiap hari bertemu dengan orang yang sangat banyak sekali,” urainya.

“Artinya adalah ini sangat rentan sekali terpapar daripada Covid-19, nah oleh karena itu dengan adanya seperti ini tadi, Pak Menteri janji bahwa nanti juga santri-santri akan divaksin sehingga ini akan berjalan dengan baik,” sambung Mas Abu.

“Beliau tadi berjanji Kota Kediri nanti juga akan ditambah vaksinnya sehingga kita nanti bisa melakukan percepatan,” imbuhnya, percepatan ini tentunya membuat Kota Kediri lebih siap dan baik, mencegah serta memutus penyebaran virus Covid-19.

Alfan Sugiyanto Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri menambahkan, secara umum Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Sinovac sama, aman dan halal.

Namun berbeda intervalnya, “Interval suntikan antara dosis 1 dan ke 2, kalau Sinovac kemarin 14 hari untuk yang usia dibawah 60, 28 hari diatas 60, tapi untuk AstraZeneca nanti intervalnya adalah 8 minggu atau 2 bulan,” jelasnya.

Standart Operasional Prosedur (SOP) penyuntikan juga sama ada skrinning (pemeriksaan kesehatan), “Ada tambahan skrining terutama bagi individu yang mempunyai masalah pembekuan darah, itu lebih diperketat, lebih diamati,” kata Alfan, tapi secara umum aman.

Lebih lanjut Alfan mengungkapkan, jumlah ketersediaan Vaksin AstraZeneca di Kota Kediri saat ini sebanyak 2880 vial, sasaran utama penerimanya yakni pelayan publik dan lansia (lanjut usia).

“Tahap berikutnya ini kita mau selesaikan Guru TK, Guru SD, Guru SMP sama Guru SMA kita dorong 100 persen, Insya Allah minggu depan mulai,” pungkas Alfan. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment