Search

Mas Dhito Ajak UMKM Go Digital dan Bakal Rombak Kriteria Jamkesda Kabupaten Kediri

Mas Dhito Ajak UMKM Go Digital dan Bakal Rombak Kriteria Jamkesda Kabupaten Kediri

Mas Dhito saat mengunjungi lokasi usaha pembuatan tahu di Desa Sendang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Selasa (20/10/2020). Foto : A Rudy Hertanto

Usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) tahu adalah salah satu industri usaha yang sekarang paling terdampak oleh pandemi.

Demikian disampaikan Hanindhito Himawan Pramono (akrab disapa Mas Dhito) Calon Bupati Kediri tahun 2020 ketika mengunjungi usaha tahu Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan bertemu pelaku UMKM di Desa Sendang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Selasa (20/10/2020).

“Maka tadi saya sampaikan mungkin harus ada dilakukannya inovasi-inovasi terkait pemasarannya, kalau mungkin selama ini pemasaran masih hanya dari sektor dari mulut ke mulut atau membuka toko mungkin harus sudah mulai beranjak ke digital,” katanya.

“Karena sekarang ini di era digital ini kalau tidak mengikuti perkembangan zaman maka akan tertinggal, jadi artinya perkembangan atau inovasi dalam pemasaran harus dilakukan,” lanjutnya.

Mas Dhito mengungkapkan, langkah strategis permulaan yakni pemberian pelatihan terkait pemasaran di dunia digital.

“Pertama itu nanti akan kita berikan pelatihan kepada ibu-ibu ini, bagaimana caranya merubah kebiasaan mereka yang tadinya memasarkan barangnya dari toko itu kita ajarkan untuk memasarkan menggunakan e-commerce yang ada,” urainya.

Eni produsen tahu setempat menyebutkan, pandemi corona (covid-19) ini usaha produksi tahu ditempatnya menurun sampai sekitar 60 persen.

“Kendalanya cuma ada di pemasaran ya mas, sebenernya sebelum ada corona bagus sih, tapi semenjak ada corona ini berdampak besar pada produksi kita karena semuanya menurun,” ujar Eni.

Menurut Eni, penurunan produksi tersebut disebabkan ditutupnya sejumlah pasar pada pandemi covid-19, karena kebanyakan hasil produksi tahu dijual di pasar-pasar.

Eni menyambut baik upaya Mas Dhito yang akan membantu untuk pemasaran lebih bagus lagi dan meningkatkan produksi masyarakat Desa Sendang, lebih meningkat penghasilannya daripada yang sebelum-sebelumnya.

Selain itu, berkaitan dengan sektor kesehatan Mas Dhito mengatakan, sekarang ini belum semua warga yang ada di Kabupaten Kediri bisa tercover oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) maka solusinya untuk menjamin kesehatan masyarakat Kabupaten Kediri adalah dengan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).

“Persoalan yang dihadapi di Jamkesda sekarang ini kriteria di dalam, warga yang bisa memperoleh Jamkesda itu masih terlalu kaku kalau menurut saya, jadi ada kriteria contoh seperti rumahnya tidak boleh ada listriknya lalu yang kedua rumahnya tidak boleh ada plesternya,” tuturnya.

“Ini hal-hal yang seperti ini mungkin nanti kita kan rubah kriterianya supaya lebih lunak, supaya semua masyarakat yang dianggap atau dirasa kurang mampu bisa merasakan atau bisa menggunakan kartu Jamkesda,” terang Mas Dhito. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment