Search

Penyelidikan Sat Reskrim Polres Kediri Kota, Telur Diduga Palsu Ternyata Asli dan Layak Konsumsi

Penyelidikan Sat Reskrim Polres Kediri Kota, Telur Diduga Palsu Ternyata Asli dan Layak Konsumsi

Sat Reskrim Polres Kediri Kota melaksanakan klarifikasi terkait berita viral dugaan telur palsu belakangan waktu terakhir, Selasa (18/5/2021). Foto : A Rudy Hertanto

Sebelumnya, Minggu (16/5/2021) seorang perempuan berinisial LA warga lingkungan Ngadisimo Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota, Kota Kediri mengungkapkan, menemukan dugaan adanya telur palsu yang telah dibelinya sekitar lima hari lalu.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, Iptu Girindra Wardhana didampingi Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Ni Ketut menyatakan, “Jadi sudah kita laksanakan proses-proses sesuai tahapan bahwa berita yang sempat viral kemarin tentang dugaan telur palsu adalah salah.” Selasa (18/5/2021).

“Terkait telur yang diduga palsu tersebut sudah kita cek ke lab (laboratorium), kita koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, bahwa telur ini adalah telur asli yang keluar dari ayam,” sambungnya.

Iptu Girindra menjelaskan, kemarin sempat ada indikasi awal bahwa telur yang dimaksud adalah telur khusus untuk ditetaskan.

“Kita laksanakan pemeriksaan terhadap saksi, kemudian kita telusuri sumber dari telur ini, bahwa memang betul ini adalah telur untuk dikonsumsi, jadi bukan telur untuk ditetaskan,” urainya.

Lebih lanjut, atas kejadian ini Iptu Girindra menyebutkan, pihak yang mengunggah video berisi dugaan telur palsu di media sosial sudah membuat video klarifikasi tentang berita yang tidak benar ini.

“Mungkin pada proses peletakan atau penyimpanan telur ini yang kurang benar, disimpan di kulkas kemudian mungkin suhunya yang tidak stabil akhirnya telur ini menjadi beku, jadi itu hari ini kita klarifikasi untuk mematahkan video viral dugaan telur palsu,” terangnya.

Iptu Girindra menjelaskan, “Kita masih proses lidik ya kemarin belum penyidikan, kita panggil si penjual telur ini di daerah Doko tempat jualnya di daerah Doko Kabupaten Kediri.”

“Sudah kita periksa kemudian kita telusuri atasnya bahwa dia memang ambil, si penjual ini ambil telur dari ayahnya sendiri daerah Blitar dan itu sudah kita cek di sana memang bukan untuk telur tetasan, tapi telur untuk konsumsi,” paparnya.

Menurut Iptu Girindra, telur tersebut layak konsumsi, “Dari penjual ke pembeli tidak lama mungkin hanya sekitar hitungan hari, cuma di pembeli penyimpanannya ada sekitar sepuluh hari sebelum lebaran sampai dibuka baru kemarin hari Minggu.”

Iptu Girindra menambahkan, telur tersebut bukan disimpan di freezer, “Sebuah lemari es itu ada di bagian atas freezer di bagian dalam, kemudian di pintu itu kan tempat penyimpanan telur, terkadang apabila sebuah lemari es sudah optimal, suhunya tidak stabil akhirnya mempengaruhi benda yang di depannya.”

“Kemarin setelah kita mintai keterangan tambahan, kemudian kita diskusi dengan pihak pengunggah video, mereka berkenan untuk klarifikasi bahwa apa yang telah dia upload itu salah, sukarela mereka membuat video (klarifikasi),” pungkas Iptu Girindra. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment