Search

Pengacara Apresiasi Sat Reskrim Polres Kediri Kota Tangkap Debt Collector

Pengacara Apresiasi Sat Reskrim Polres Kediri Kota Tangkap Debt Collector

Eko Budiono (EB) Pengacara asal Kediri mengapresiasi langkah tegas yang ditempuh Sat Reskrim Polres Kediri Kota terkait adanya perkara pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan debt collector kepada nasabahnya. Foto : Dokumentasi – A Rudy Hertanto

Perlu diketahui, Rabu (12/5/2021) Sat Reskrim Polres Kediri Kota berhasil menangkap empat orang laki-laki yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pengeroyokan dalam hal hutang piutang.

Seperti disampaikan Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, Iptu Girindra perkara pengeroyokan dan penganiayaan terhadap nasabah itu dilakukan debt collector pada Senin (10/5/2021) sekira pukul 15.00 WIB di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Merbabu Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

“Kami mendapatkan laporan dari warga masyarakat kemudian dibantu dari rekan-rekan Polsek Mojoroto kita amankan ada enam orang kemudian kita laksanakan pemeriksaan, sementara kita tetapkan empat orang ini menjadi tersangka,” katanya, Rabu (12/5/2021).

Mengenai penangkapan debt collector oleh Sat Reskrim Polres Kediri Kota tersebut, Eko Budiono mengungkapkan langkah kepolisian sangat tepat dan telah sesuai peraturan berlaku, “Bener itu, debt collector jangan semaunya sendiri kepada masyarakat, jangan melebihi aparat, ini negara hukum,” ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Eko menjelaskan, penyelesaian permasalahan kredit macet nasabah di koperasi maupun leasing termasuk perbankan wajib mengedepankan aspek hukum yang dilaksanakan pihak berwenang yakni pengadilan.

“Ada putusan Mahkamah Konstitusi, jika kredit macet meskipun ada jaminan fidusia tidak bisa serta merta mereka (debt collector) melakukan penarikan jaminan, harus diajukan ke pengadilan, harus ada surat kuasa, harus ada putusan pengadilan,” urainya.

“Negara hukum, luruskan semua dengan aturan hukum yang ada, siapa saja jangan bertindak dan berbuat tidak sesuai dengan aturan hukum yang ada,” lanjutnya.

Menurut Eko, masyarakat sekarang semakin pandai, dengan adanya medsos (media sosial), semua kejadian dan perilaku yamg menyimpang tinggal di video dan sudah langsung viral ke seluruh dunia.

“Jadi bertindak lah sesuai dengan aturan hukum yang ada, jangan sewenang-wenang dalam melakukan penagihan termasuk penarikan jaminan dan hutang kepada masyarakat, ada mekanismenya jangan bertindak melebihi penegak hukum, iki negoro hukum rek,” pungkas Eko Budiono. (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment