Search

100% Kesiapan Kota Kediri Vaksinasi Covid-19, Begini Alurnya

100% Kesiapan Kota Kediri Vaksinasi Covid-19, Begini Alurnya

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar (Mas Abu) didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima memantau simulasi vaksinasi Covid-19 dilakukan Dinkes Kota Kediri di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Puskesmas Pesantren II di Jalan Cendana (selatan Pasar Pahing) Kota Kediri, Senin (11/1/2021). Foto – foto : A Rudy Hertanto

Petugas vaksinator menyediakan area tunggu berprotokol kesehatan secara ketat lengkap bertanda menjaga jarak dan 4 meja pelayanan yang wajib dilalui penerima vaksin Covid-19.

Meja pertama yakni pelayanan administrasi, calon penerima diminta untuk menunjukkan kartu identitas (KTP) dan e-tiket yang ada di handphone.

Meja kedua, screening atau pemeriksaan fisik termasuk wawancara untuk mengetahui ada tidaknya riwayat penyakit penyerta pada calon penerima serta edukasi vaksin Covid-19.

Apabila hasil pemeriksaan calon penerima memenuhi syarat medis, maka berlanjut ke meja ketiga yaitu pemberian vaksin Covid-19 Sinovac.

Meja keempat, penerima vaksin akan mendapatkan Kartu Vaksinasi Covid-19, penerima diharapkan tidak meninggalkan lokasi sebelum kurang lebih 30 menit untuk observasi lanjutan ada tidaknya keluhan yang dirasakan setelah divaksin.

Mas Abu mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk memastikan proses vaksinasi nantinya berjalan lancar di Kota Kediri.

“Masyarakat ga perlu takut divaksin, karena vaksin ini sangat baik sekali, nanti dihari pertama Insya Allah saya juga harus divaksin juga,” katanya.

“Saya, ada beberapa tokoh masyarakat, Forkopimda Kota Kediri nanti akan divaksin, untuk memastikan bahwa vaksin ini bener-bener bagus dan baik digunakan untuk semua orang,” lanjut Mas Abu.

dr. Fauzan Adima menjelaskan, pihaknya melakukan simulasi untuk proses vaksinasi sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Sejauh ini, sampai saat ini satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah terbebas dari Covid-19 adalah disiplin 3M dan vaksinasi,” ungkapnya.

dr. Fauzan menerangkan, vaksin yang sudah diterbitkan ini, sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan sudah melewati uji klinis yang ketiga.

“Uji klinis yang ketiga ini sudah beberapa negara termasuk Turki itu hasilnya 91,2% terbukti vaksin Sinovac ini mempunyai tingkat keamanan, tingkat efikasi atau kemampuan untuk melindungi dari covid,” urainya.

“Dan tingkat immuno, imunitasnya atau untuk menimbulkan kekebalan terhadap covid sudah 91,2% terakhir Brazil itu juga sudah di atas 70% artinya vaksin ini betul-betul aman dan efektif,” sambung dr Fauzan.

Ada 15 lokasi penyuntikan vaksin Sinovac di Kota Kediri terdiri 9 Puskemas (Ngletih, Mrican, Campurejo, Sukorame, Balowerti, Wilayah Kota Utara, Wilayah Kota Selatan, Pesantren I dan II) dan 6 Rumah Sakit (Gambiran, Bhayangkara, Baptis, DKT, Muhammadiyah dan Lirboyo).

“Jumlah yang kita usulkan 5320 untuk nakes (tenaga kesehatan) ya tahap pertama, kemudian yang sudah ACC, sudah dapat pemberitahuan kemarin 3435 orang, sisanya nanti tahap kedua,” tutur dr Fauzan.

Lebih lanjut dr Fauzan mengungkapkan, vaksinasi ini berlangsung kurang lebih 1 sampai 2 tahun, tahap pertama yaitu pada tanggal 13 Januari sampai dengan April 2020 untuk nakes.

Sedangkan penerima vaksin untuk seluruh Kota Kediri jumlahnya yang diusulkan sekitar 197.232 sasaran, hal ini berdasarkan proyeksi penduduk Kota Kediri tahun 2020.

“Kenapa tidak semuanya? Karena ada kriterianya, yang pertama berusia 18 sampai dengan 59 tahun, nah kita lihat daftar penduduk, proyeksi penduduk Kota Kediri 2020,” imbuh dr Fauzan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kota Kediri masih menunggu kedatangan vaksin Covid-19 Sinovac. (A Rudy Hertanto)


 

 

 

 

 

INDEX

Leave a Comment