Search

Operasi Pasar Murni Jelang Lebaran 2021, Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja

Operasi Pasar Murni Jelang Lebaran 2021, Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja

Mendekati hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) menggelar Operasi Pasar Murni (OPM), kali ini pelaksanaannya berada di Kantor Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Rabu (5/5/2021). Foto : A Rudy Hertanto

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (akrab disapa Mas Abu) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri melakukan peninjauan OPM tersebut yang menjual komoditas seperti beras, minyak goreng, telur dan gula dengan harga murah.

Berdasarkan siaran pers direlease Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri disebutkan, pelaksanaan Operasi Pasar Murni untuk mengendalikan beberapa harga komoditas bahan pokok yang melonjak.

Sehingga inflasi di Kota Kediri dapat terus terjaga, perlu diketahui bulan April lalu inflasi bulanan di Kota Kediri sebesar 0,31 persen, dimana pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,68 persen.

Mas Abu pada pokoknya menerangkan, stok kebutuhan bahan pokok di Kota Kediri sejauh ini perkembangannya masih aman dan pergerakan kenaikan harga masih terkendali, OPM juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan pokok sehingga inflasi di Kota Kediri selalu terjaga.

“Kalau inflasinya terjaga lalu masyarakatnya juga cara berbelanjanya juga bijak. Maka, Insya Allah inflasi di Kota Kediri terjaga terus. Kita juga update data setiap harinya seperti apa,” kata Mas Abu.

“Sehingga biasanya mendekati Hari Raya Idul Fitri ini harga cenderung melonjak, untuk menjaga stabilitas harga itu maka kita adakan operasi pasar. Ini sudah menjadi tradisi kita, jadi kalau ada lonjakan-lonjakan kita adakan operasi pasar,” sambungnya.

Mas Abu menghimbau agar masyarakat berbelanja secara cerdas dan bijak, sebab menjelang Hari Raya Idul Fitri seringkali masyarakat berbelanja secara berlebihan, lebih baik beli secukupnya supaya harga tetap stabil pada masa pemberlakuan larangan mudik lebaran tahun ini.

Kepala Disperdagin Kota Kediri, Tanto Wijohari mengatakan, Operasi Pasar Murni telah dimulai sejak tanggal 27 hingga 30 April, lalu dilanjutkan pada tanggal 3 hingga 5 Mei di 18 Kelurahan.

Komoditas yang dijual beras dengan kemasan 5 kilogram seharga Rp 45.000, gula seharga Rp 10.500 per kilogram, minyak goreng seharga Rp 11.250 per liter, dan telur dengan harga 18.500 per kilogram.

Pembelinya adalah masyarakat dan bukan pedagang, setiap warga dibatasi pembeliannya, yakni, beras 2 kantong kemasan 5 kilogram, 2 kilogram telur, 2 kilogram gula dan 2 liter minyak goreng.

“Sejauh ini tidak ada kendala, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan (prokes) bagus, kami juga sediakan handsanitizer, masker, dan petugas kesehatan dari Dinkes,” ungkapnya.

“Ketersediaan stok saat ini juga aman meskipun inflasi tidak begitu tinggi kita hadir di tengah masyarakat untuk memberi dukungan, jadi warga yang semua warga bisa menikmati apa yang kita sediakan di operasi pasar,” terang Tanto.

Sementara itu, OPM di Kantor Kelurahan Bandar Lor terpantau berlangsung menerapkan prokes Covid-19 dan mendapatkan antusias masyarakat karena komoditas yang dijual murah, tak sedikit masyarakat dilokasi yang berharap OPM seperti ini ada lagi di kesempatan mendatang. (Adv) (A Rudy Hertanto)

INDEX

Leave a Comment